Jumat, 27 Juli 2012

Analisis Struktur Lewis


Electron valensi H=1 dan O=6

Jumlah pasangan e- valensi = 4 pasang

Pasangan electron berikatan = 2 pasang

Pasangan electron bebas = 4 – 2 = 2 pasang

Pada struktur lewis :

Jumlah pasangan electron pada atom pusat = 4 pasang

Jumlah pasangan electron berikatan = 2 pasang

Jumlah pasangan electron bebas = 2 pasang

Rabu, 25 Juli 2012

Air Melarutkan Garam

Dalam hal ini dikarenakan air yang suhunya lebih panas, molekulnya akan bergerak lebih cepat dan akibatnya molekul air panas akan membentuk ruang yang lebih besar sehingga jarak antar partikel air panas dan gaya tarik (kohesi) antara partikel air panas lebih besar dibanding jarak antar partikel dan gaya tarik antar partikel air dingin(kecuali pada volume max). Akibatnya, molekul gula dan garam lebih mudah masuk/ larut di antara molekul air panas yang jarak antar partikelnya rendah dan gaya adhesi antara molekul air panas dengan gula lebih besar dibanding gaya kohesi antara partikelnya sendiri. Sedangkan pada air dingin, molekulnya membentuk ruang yang lebih sempit (kecuali pada volume minimumnya) dan gaya tariknya akan semakin kuat dan molekul garam ataupun gula sulit masuk di antara molekul air dingin karena gaya adhesi air+garam/gula < gaya kohesinya.

Air ( H2O)


Air sering dianggap biasa karena transparan, tidak berbau, hambar dan di mana-mana. Ini adalah senyawa yang paling sederhana dari dua elemen reaktif yang paling umum, yang terdiri dari hanya dua atom hidrogen yang terikat pada atom oksigen tunggal. Memang, sangat sedikit molekul yang lebih kecil atau lebih ringan. Air cair, bagaimanapun, adalah zat yang paling luar biasa.
Air adalah substansi (unsur , zat ) kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C).
 
Air berbentuk cair diantara suhu 0 sampai 1000 , air berbentuk padat pada saat suhu di bawah 00, air berbentuk gas pada suhu  100C.

Titik Didih Etanol Lebih Rendah Daripada Titik Didih Air


Setiap molekul yang memiliki atom hidrogen yang terikat langsung ke oksigen atau nitrogen adalah ikatan hidrogen mampu. Molekul tersebut akan selalu memiliki titik didih lebih tinggi dari molekul berukuran hampir sama yang tidak memiliki-OH atau-NH. Ikatan hidrogen membuat molekul "lengket", dan lebih banyak panas yang diperlukan untuk memisahkan mereka.

Etanol memiliki cukup kekuatan lemah (gaya dispersi) antara molekul-molekulnya. Air memiliki ikatan polar yang kuat antara molekul-molekulnya. Lebih banyak energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan polar air dari gaya dispersi etanol. Itu berarti air memiliki titik didih yang lebih tinggi, karena lebih banyak energi yang dibutuhkan untuk memecah kekuatan antara molekul-molekulnya.

Air dan Alkohol Bercampur

Alkohol memempunyai struktur R-OH Gugus OH inilah yang membuat alkohol bisa bercampur dengan air. Air sendiri mempunyai struktur H-OH. Sehingga terjadi ikatan hidrogen antara gugus OH dari alkohol dan stuktur H-OH air.

Ikatan hidrogen adalah ikatan inter-molekul yang disebabkan beda elektronegatifan yang besar antara F/O/N dan H. Jika kita lihat pada tabel elektronegatifan skala Pauling F/O/N mempunyai elektronegatifan sebesar 3,5 - 4,0.

 Bebeda dengan H yang elektronegatifan nya : 2,1. Sehingga terbentukalah suatu momen dipol yang besar, yang membuat gaya tarik-menarik antar molekulnya.

Asam Organik


Asam organik adalah senyawa organik yang mempunyai derajat keasaman (bahasa Inggris: acidic properties). Asam organik yang paling umum adalah asam alkanoat yang memiliki derajat keasaman dengan gugus karboksil -COOH, dan asam sulfonat dengan gugus -SO2OH mempunyai derajat keasaman yang relatif lebih kuat. Stabilitas pada gugus asam sangat penting dan menentukan derajat keasaman sebuah senyawa organik.

Pada bidang biologi, terdapat gugus asam dengan derajat keasaman yang rendah, misalnya gugus -OH, -SH, gugus enol, gugus fenol. Senyawa bio-organik dengan gugus semacam ini tidak digolongkan sebagai asam organik. Contoh senyawa tersebut antara lain: asam laktat, asam asetat, asam format, asam sitrat dan asam oksalat.

Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7 °C.

Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati.