Titrasi yang melibatkan iodium
dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu titrasi langsung (IODIMETRI) dan titrasi
tidak langsung (IODOMETRI) :
A) Titrasi Langsung (IODIMETRI)
Iodium merupakan oksidator yang
relatif kuat dengan nilai potensial oksidator sebesar +0,535 V. Pada saatt
reaksi oksidasi, iodium akan direduksi menjadi iodida sesuai dengan reaksi :
I2 +
2e -----> 2I-
Iodium akan mengoksidasi senyawa-senyawa yang
mempunyai potensial reduksi yang lebih kecil dibanding iodium. Vitamin C
mempunyai potensial reduksi yang lebih kecil dari pada iodium, sehingga dapat
dilakukan titrasi langsung dengan iodium.
Larutan baku iodium yang telah
dibakukan dapat digunakan untuk membakukan larutan Natrium Tiosulfat. Deteksi
titik akhir pada iodimetri ini dilakukan dengan menggunakan indikator amilum
yang akan memberikan warna biru pada saat tercapainya titik akhir.
Dalam Farmakope Indonesia, titrasi
iodimetri digunakan untuk menetapkan kadar asam askorbat, natrium askorbat,
natrium tiosulfat dan sediaan injeksinya.
B) Titrasi Tidak Langsung (IODOMETRI)
Iodometri merupakan titrasi tidak
langsung dan digunakan untuk menetapkan senyawa-senyawa yang mempunyai
potensial oksidasi yang lebih besar dari pada sistem iodium-iodida atau
senyawa-senyawa yang bersifat oksidator seperti CuSO4.5H2O. Pada iodometri, sampel yang bersifat
oksidator direduksi dengan kalium iodida berlebihan dan akan menghasilkan
iodium yang selanjutnya dititrasi dengan larutan baku natrium tiosulfat.
Banyaknya volume natrium tiosulfat yang digunakan sebagai titran setara dengan
iodium yang dihasilkan dan setara dengan banyaknya sampel.
Sebagai contoh
adalah penentuan kandungan klorin ( Cl2) dalam agen pemutih.
Klorin akan mengoksidasi iodida untuk menghasilkan iodium. Reaksi yang terjadi
adalah :
Cl2 + 2I- -----> 2Cl- +
I2
Selanjutnya iodium yang dibebaskan dititrasi dengan larutan baku natrium
tiosulfat menurut reaksi :
2S2O32- +
I2 -----> S4O62- +
2I-
C) Penyerapan Iodium oleh senyawa-senyawa penisilin
Masalah stabilitas yang utama
dalam senyawa-senyawa penisilin adalah hidrolisis cincin β - laktam.
Jika cincin β - laktam
terbuka, maka akan mengkonsumsi iodium. Tiap 1 mol cincin β - laktam
yang terbuka akan bereaksi dengan 8 ekuivalen iodium, sementara cincin β -
laktam yang utuh tidak akan bereaksi dengan iodium. dalam jenis titrasi ini,
iodium berlebihan ditambahkan pada sampel penisilin dan iodium sisa (yang tidak
bereaksi) dititrasi kembali dengan larutan baku natrium tiosulfat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar