Titrasi adalah proses
penentuan banyaknya suatu larutan dgn konsentrasi yg diketahui & diperlukan
utk bereaksi secara lengkap dg sejumlah contoh tertentu yg akan di analisis.
Titrasi asam basa terbagi menjadi 5 jenis yaitu :
1. Asam kuat - Basa kuat
2. Asam kuat - Basa lemah
3. Asam lemah - Basa kuat
4. Asam kuat - Garam dari asam
lemah
5. Basa kuat - Garam dari basa
lemah
Cara
Melakukan Titrasi Asam Basa
1. Zat
penitrasi (titran) yang merupakan larutan baku dimasukkan ke dalam buret yang
telah ditera
2. Zat
yang dititrasi (titrat) ditempatkan pada wadah (gelas kimia atau
erlenmeyer).Ditempatkan tepat dibawah buret berisi titran
3.
Tambahkan indikator yang sesuai pada titrat, misalnya, indikator fenoftalien
4.
Rangkai alat titrasi dengan baik. Buret harus berdiri tegak, wadah titrat tepat
dibawah ujung buret, dan tempatkan sehelai kertas putih atau tissu putih di
bawah wadah titrat
5.
Atur titran yang keluar dari buret (titran dikeluarkan sedikit demi sedikit)
sampai larutan di dalam gelas kimia menunjukkan perubahan warna dan diperoleh
titik akhir titrasi. Hentikan titrasi !
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Sri%20Ratisah%20054828/Img/buret.jpg
>>
Indikator asam basa adalah asam lemah atau basa lemah (senyawa organik) yang
dalam larutannya warna molekul-molekulnya berbeda dengan warna ion-ionnya
>>
Zat indikator dapat berupa asam atau basa yang larut, stabil, dan menunjukkan
perubahan warna yang kuat.
>>
Indikator asam-basa terletak pada titik ekivalen dan ukuran dari pH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar